
JEMBER - Dikabarkan hilang di Qatar, tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Jember, Jawa Timur, Suryati (43), akhirnya dipulangkan ke rumahnya di Dusun Mandiqu, Desa Sidodadi, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
"Mbak Suryati datang hari Minggu 5 Juni 2016, sekira pukul 22.00 WIB dan tidak ada yang mengantar," kata kerabat Suryati, Sutrisno di Jember, Selasa (7/6/2016).
Sutrisno mengatakan, kakaknya tidak mendapatkan pelayanan pemulangan yang baik dari Badan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), bahkan saat pulang tidak mendapatkan gaji selama enam bulan terakhir.
"Saat tiba di Bandara Soekarno Hatta, Mbak Suryati naik travel tujuan Jember, namun ia dipaksa turun di Yogyakarta oleh sopir, sehingga terpaksa pulang naik bus ke Surabaya dan melanjutkan ke Jember," ujarnya.
Menurut Sutrisno, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Jember, justru kaget saat mengetahui kakaknya sudah pulang ke rumah.
Dari pengakuan Suryati, ia mengaku di penjara selama enam bulan di Qatar, sehingga tidak bisa menghubungi keluarganya di Jember untuk menyampaikan hal tersebut dan putus komunikasi selama delapan bulan.
"Saya dituduh mengajari anak majikan yang berumur tiga tahun melakukan perbuatan yang tidak senonoh. Padahal saya tidak pernah melakukannya dan saya juga tidak pernah melihat anak majikan berlaku tidak senonoh," tuturnya.
Selama di Qatar, Suryati bekerja sebagai pembantu rumah tangga dengan kontrak kerja selama dua tahun, sejak April 2014 dan menerima gaji sebesar Rp3,15 Juta per bulan. Namun, selama bekerja ia tidak boleh membawa uang gaji dan hanya boleh membawa uang saat mengirim gaji kepada keluarga di Jember.
"Setelah tahu bahwa saya dicari oleh KBRI Qatar, maka saya dibebaskan dari penjara dan dipulangkan ke Indonesia. Saya juga belum menerima gaji selama enam bulan," ujarnya.
Suryati mengaku enggan menjadi TKI lagi karena banyak temannya di Qatar mengalami nasib yang sama, yakni tidak digaji menjelang masa putus kontrak, bahkan ada TKI yang tidak digaji selama dua tahun.
Terpisah, Kepala Disnakertrans Jember, Akhmad Hariyadi mengatakan, pihaknya menindaklanjuti laporan dari pihak keluarga yang mengabarkan bahwa TKI Suryati hilang komunikasi selama delapan bulan.
"Saya sudah kirimkan surat ke BNP2TKI untuk ditindaklanjuti oleh KBRI Qatar, agar Suryati dipulangkan," katanya.
0 Response to "Dikabarkan Hilang, TKI Asal Jember Pulang dengan Selamat"
Post a Comment